' Apalah artinya suatu hubungan yang telah sekian lama berjalan tetapi belum mendapat restu orang tua ? '
Terngiang-ngiang selalu diriku akan hal tersebut. Walaupun dia tidak terlalu mempermasalahkannya, tapi tidak semudah itu bagi diriku. Aku sudah mencoba untuk beranggapan take it easy , tetapi makin lama perasaan bersalah mulai muncul. Bersalah karena seringkali aku minta izin pada orang tuaku dengan alasan yang tidak sesungguhnya. Semisal, aku telah berjanji untuk pergi bersama dia ke suatu tempat, tidak mungkin aku minta izin sesuai dengan kenyataan tersebut. Karena memang kedua orang tuaku tidak mengizinkanku pacaran dulu saat masih SMA. Sangat-sangat bertentangan dengan apa yang kulakukan pada saat itu.
Kemudian tekad untuk mengakhiri kebohongan ini semakin kuat ketika guru BK ku bilang, 'Kunci sukses seseorang antara lain adalah rajin berusaha, selalu berdoa, dan patuh pada orang tua'. Aku sangat-sangat ingin membahagiakan mereka dengan caraku . Yaitu bisa diterima menjadi mahasiswa kedokteran Universitas favorit sehingga mereka akan sangat bangga padaku nantinya.
Tidak ada lagi cara lain yang kupikir bisa membuat mereka bahagia selain hal tersebut. Makanya, aku tidak mau menyesal nantinya hanya gara-gara masalah pacaran. Lagian, toh aku sudah cukup lama merasakan apa yang dinamakan 'pacaran'. Sekarang itu tidak menjadi bagian yang penting lagi. Aku bilang padanya kalau aku mau kita break dahulu karena sudah saatnya fokuskan diri pada ujian-ujian yang akan dihadapi kedepannya. Masa hanya gara-gara cowok aku tidak bisa mengejar cita-citaku menuju bangku mahasiswa kedokteran. Pokoknya harus optimis !!!!! Walaupun itu harus ada pengorbanan.
Jujur saja, ini sebuah pengakuan yang kurang dia ketahui selengkap-lengkapnya. Aku merasa sudah tidak ada lagi kecocokan antara ku dengan dia. Dia itu terlalu sabar, pasif, kurang sensitif. kurang inisiatif. terlalu patuh sama aku, dan juga klemat-klemot. Padahal aku itu ingin orang yang tegas, bisa mengatur aku, harusnya aku yang patuh bukan aku yang dipatuhi. Sekarang aku sedang mencoba bagaimana rasanya hidup tanpa dia. Tanpa kehadirannya yang dulu selalu ada setiap hari. Aku kurang berhati-hati dalam memilih ketika masa PDKT dulu. Aku harus benar-benar tau sedalam-dalamnya bagaimana sifat-sifat dia sebelum terlanjur kejadian seperti ini. Tidak salahkah aku ???